BLOG ini hanyalah bualan-bualan semata, tidak berorientasi pada apapun. Mencoba Menulis hanyalah sebuah eksperimen seorang yang konyol untuk merepresentasikan otaknya yang kosong.
Tampilkan postingan dengan label made in otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label made in otak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2007

BORING = ZERO

Menghabiskan waktu dengan berdiam diri tanpa berbuat apapun kadang menjadi hal yang sangat membosankan. Tapi dengan sedikit kreatifitas maka anda bisa menikmati liburan anda dengan hati yang riang.
Beberapa tips agar liburan menyenangkan terutama untuk anda yang kesepian dan hidup tanpa perencanaan.
1. Cobalah untuk mengumpulkan kotoran hidung, mata, telinga, dan tenggorokan
lalu kumpulkan di suatu tempat. Kemudian buatlah lukisan dari kotoran tersebut.
Jika butuh warna kuning anda tentu tahu dimana mendapatkannya.

2. Cari kecoa terdekat yang Anda temui. Ambil kecoa tersebut kemudian balikkan
tubuhnya. Dan nikmati sensasi perjuangan sang kecoa melawan kejahatan Anda.

3. Jika masih bosan, keluarlah dari kamar Anda. Karena sekarang musim hujan
silahkan berhujan-hujannan seperti anak kecil terus kencinglah di celana Anda.
Niscaya rasa dingin bercampur hangat akan menyambangi tubuh Anda.percayalah!

4. Kalau masih bosan juga silahkan cium aroma ketiak Anda, hisap dalam-dalam
seperti menghisap ganja. rasakan sensasinya!!! dahsyat

5. Jika masih bosan juga, hmmm silahkan berdiri di tengah perempatan jalan
tanpa memakai celana. niscaya Anda akan merasakan perhatian yang berlebih
dari ratusan orang yang mengerubungi Anda. Dan ketika mereka muntah-muntah
kumpulkan muntahan mereka lalu telan.

Inilah cara-cara mengatasi kebosanan tanpa harus melanggar aturan pemerintah. Biaya yang dikeluarkan sangat murah.......SELAMAT MENCOBA!!!!!

Minggu, 21 Oktober 2007

Secangkir Kopi Rindu

Secangkir Kopi untuk sebuah perayaan adalah cukup!
Bukan ingin mengelak dari kebiasaan masyarakat
Bersukacita menyambut kebebasan setan yang terbelenggu
Berpesta dengan ketupat, opor ayam, dan sambal goreng Ati
Secangkir Kopi nampaknya sudah cukup sebagai pengganti
Pengganti Kerinduan pada Keluarga.
Aku Tidak Pulang
Pulang ke tempat dimana raga dibesarkan
Dan di pedalaman yang penuh gedung tinggi
Aku duduk terdiam, merenung
dan kembali menengguk Kopi
Karena Aku Tidak Pulang.

-van- (Saat Perayaan Suci)

Selasa, 18 September 2007

AKU INGIN MENJADI KOPI TUBRUK

Selamat Pagi Kawan! Sambut ceria seorang kopi hitam yang dengan hangat menyapa ketika gigi masih bermentega, bibir masih tersisa cairan putih dan rambut masih berantakan bertubrukan ke arah yang saling berlawanan.
Seorang kopi bernama tubruk sudah terbangun dari tidurnya, mendekapku dengan mesra serta bergairah. Perawakannya hitam legam, aroma tubuhnya pekat tapi dari situ dia memancarkan sebuah kesederhanaan yang sudah langka di negeri ini. Dia memang pahit tapi dari rasanya itu tecermin sebuah kejujuran yang jarang kita dapat di kehidupan sehari hari. Kejujuran bahwa kopi memang pahit tapi disukai banyak orang.
Setelah malam hari yang penat membaca sajak Wiji Thukul ” Aku Ingin Jadi Peluru” dan cerpennya Dee ”Filosofi Kopi”, dipagi hari saya bisa berkata ”Aku Ingin Menjadi Kopi Tubruk”. Bukan Cappucino yang selalu menutupi pribadinya yang pahit dengan tampilan yang cantik dan mahal karena dipadu esspreso yang mahal serta krim yang enak tapi membuat kadar lemak dalam tubuh semakin beranak pinak.
Hanya Barista handal yang bisa membuat Cappucino enak dan hanya orang berkantong tebal yang bisa menikmati tubuhnya. Sebuah harga yang mahal untuk membeli sebuah kepalsuan. Sedangkan disisi lain seorang pemulung masih bisa membuat dan merasakan nikmatnya Kopi Tubruk yang jujur.
Pernah terbayang apa jadinya Indonesia tanpa kopi tubruk. Orang orang pinggiran tidak bisa mengemukakan pendapatnya secara demokrasi kepada sesamanya dipinggir gang sempit yang juga tempat berdiam para keturunan tikus got. Pak hansip yang gajinya berdasarkan belas kasihan akan selalu tertidur di posnya karena terkantuk-kantuk tak ada kopi tubruk yang menemani. Lalu para sopir truk lebih memilih tidur bersama pelacur-pelacur jalanan daripada harus jengah berlama-lama dirumah istri tuanya karena sang istri tua sudah tidak pernah membuatkan dia kopi tubruk.
Siapa yang sanggup menggantikan kopi tubruk di Indonesia. Apakah Cappucino, Coffelatte, atau Moccacino. Rasanya Teh Panas saja tidak bisa menandingi hebatnya Kopi Tubruk apalagi mereka bertiga.